Aerial
Sitta Karina
PT. Gramedia Pustaka Utama, Jkt, 2009
Genre: Fiksi, Novel Remaja, Fantasy-Lit
Rating: *****
Bangsa Cahaya dan bangsa Kegelapan adalah dua bangsa yang selalu berperang karena memperebutkan cahaya matahari. Konon kabarnya jika kedua bangsa bersatu akan timbul Exitium alias kehancuran.
Sebuah pertemuan di wilayah mengambang Aerial ternyata mengubah jalan hidup Sadira, si Putri Cahaya, dan Hassya, si Pangeran Kegelapan. Mereka saling jatuh cinta dan berusaha mencegah peperangan yang tengah disiapkan oleh kedua pimpinan kerajaan.
Kedamaian memang mimpi orang-orang yang penuh cinta. Upaya mereka didukung oleh banyak pihak, termasuk beberapa keluarga kerajaan. Di dalamnya terkait banyak hal yang lebih penting ketimbang perang: cinta dua manusia, persaudaraan, persahabatan, dan ikatan batin tak terputus antara ayah dan anaknya.
Di saat upaya berlangsung, pengkhianat yang memiliki kekuatan sihir mulai mengacaukan situasi. Peperangan hampir tak dapat dicegah lagi. Antya, adik Sadira, dan Linc, si kuda terbang putih, berusaha keras menemukan Eripia, si penolong, yang berasal dari dunia lain.
Siapa sangka Eripia ternyata adalah Laskar dan Sashi, sepasang remaja yang crazy in hatred dari sebuah SMU di Jakarta? Berhasilkah peperangan dicegah? Bagaimana nasib Sadira, Hassya dan para pencinta perdamaian dari kedua bangsa? Bagaimana pula akhir kisah Laskar dan Sashi?
My Comment: Luar biasa. Ini adalah novel fantasi yang dengan mulus menggabungkan dunia nyata dengan dunia dongeng. Ketidaknyambungan logika ditutup dengan sangat baik oleh kepiawaian Arie meramu campuran dongeng dan cerita remaja sehari-hari, sehingga kita yang membaca nggak merasa 'nggak logis deh ni cerita'.
Keistimewaan kedua adalah percampuran gaya bahasa yang pas antara sebuah kisah remaja masa kini (teenlit) dengan narasi deskriptif ala kisah-kisah roman zaman negeri-negeri dongeng. Arie meramunya dengan pas, ringan dan berhasil menjaga konsistensinya hingga akhir cerita.
Bagi saya, ini adalah bukti kematangan Arie dalam menulis teenlit-fantasylit. Jenius.
Recent Comments