Menyambung postingan saya beberapa hari lalu...
Thanks... many million thanks buat semua kerabat dan sahabat tercinta yg telah dg tulus mengirimkan doanya pada kami menjelang operasi jantung dek Vathier, ponakan saya tercinta. Tanggal 22 Desember 2006 jam 13.40 bayi ganteng berusia 46 hari itu akhirnya meninggal dunia setelah jantungnya tdk lagi berdetak dan mesin2 penopang itu dilepas. Ia meninggal di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading Jakarta Utara. Dimakamkan di TPU Cinere, Depok, tepat saat azan maghrib berkumandang. Tolong doakan pangeran kami itu agar dia tenang dan bahagia dalam dekapan Allah, di SurgaNya. Tolong doakan kami sekeluarga besar yg ditinggalkan agar tabah, kuat, dan ridha menerima kepergiannya.
Berikut kronologis menjelang detik2 terakhir dan setelah kepergian ponakan yg sdh seperti anakku sendiri (tinggalnya kan di sebelah rumahku dan tiap hari aku kebagian jatah juga ngasuh dia).
21 Desember habis Zuhur :
Dek Vathier dirujuk dari RSCM ke RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, krn hrs segera dilakukan buss (operasi kecil utk mengangkat darah kotor dari tubuhnya).
21 Desember abis Isya:
Lagi makan malam, saya dan suami ditelpon Papah utk segera ke RS krn Vathier kritis. kita ke Cipete dulu jemput Mamah dan janjian di tol Taman Mini dengan adikku, Mita, yg tinggal di Cibubur. Kita sampai RS jam 22.30, dan dek Vathier sdh masuk ruang operasi. Mama dabn papanya sdh menunggu.
21 Des, jam 23.00
Dek Vathier keluar ruang operasi dan operasi dinyatakan berhasil. Alhamdulillah. Kadar oksigen dalam tubuhnya pd saat kritis tadi sempat mencapai 15, lalu naik 20, hingga menjelang operasi menjadi 60. Setelah operasi jadi 95. Dan itu sudah normal. Jam 24.00 kami pulang. Mama dan papanya nunggu di RS.
22 Des jam 06 pagi
Saya bangun agak siang (lagi nggak shalat). Suami saya yg membangunkan krn dia dpt telpon lagi dari Papah kalo dek Vathier kritis lagi. Kami mandi ngebut dan langsung berangkat. Sebelum berangkat, saya baru ingat kalau HP saya stand by dari semalam. Pas saya periksa ternyata ada sms masuk dari Mama Yis (Mamanya dek Vathier, adik saya). Ternyata jam 4 pagi dek Vathier pendarahan dari bekas bussnya. Kemudian ditransfusi. Dan jam 6 HB dan kadar oksigennya drop lagi hingga 61.
22 Des, jam 11.00
dek Vathier sudah lumayan stabil setelah beberapa kali drop dan membaik. Mamanya sudah mulai bisa sedikit bercanda dengan saya. Kasihan dia, sdh beberapa hari senyumpun tak sanggup. Selesai shalat jumat, saya dan suami disuruh Papah makan siang dulu, gantian. Sedang makan siang, Hp kami berdering terus. Ternyata dari Papah dan Mita yg bilang Vathier kritis lagi. Mukanya sudah putih dan denyut nadinya sudah tdk ada. Lari2 kami naik ke atas.
Di situ, Papah menyiapkan kondisi jika terjadi apa2. Kami berunding. Tak lama dokter meminta kami masuk ICU. Di situlah saya dan semua yang ada di situ menangis melihat keadaan pangeran ganteng itu. Bayi sekecil itu dipenuhi oleh segala macam selang, dan mesin di sekujur tubuhnya. Suster memompa jantungnya dengan menekan2 dadanya. Bayi yang menggemaskan itu hanya tergolek tak berdaya. Dokter meminta kami bersiap, krn ini sdh upaya terakhir. Jika ini tdk berhasil, dokter angkat tangan. Krn jikapun ia dibiarkan tetap hidup, akan terjadi kerusakan pada otaknya. Saya dan Mama Yis hanya bisa menangis dan berdoa.
Kami keluar untuk kembali menguatkan hati. Yang tinggal diu ruang ICu hanya mama dan papanya. Tak lama kemudian, mama dan papanya keluar dan mengabarkan kepergian dek Vathier. Saya menol;ak masuk kembali ke ICU karena khawatir tidak terlalu kuat. Tapi setelah anak saya dan ponakan2 kecil saya datang, saya menuntun mereka masuk untuk melihat adek kecil mereka yang telah pergi.
Tak lama, saya dan suami mendahului pulang untuk mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan prosesi pemakaman.
22 Des habis ashar:
Jenazah dek Vathier tiba dg ambulans di Cinere. Selama memandikan, mengkafani, dan persiapan menshalatkan, saya terus menangis. Begitu pula Mamanya dan semua tante2nya. Subhanallah, jenazahnya begitu putih, bersih, dan gemuk. Bercahaya sekali. Sungguh, saya menangis bukan krn tdk rela akan kepergiannya. Hanya saya merasa sedih mengingat penderitaannya selama sakit. Bayi yang hebat. Bahkan saat sakitpun, ia tampak berusaha kuat. Jenazah dishalatkan di masjid Baiturrahman dekat rumah kami.
22 Des maghrib:
Prosesi pemakaman berjalan singkat. Saya memilih tidak melihat saat jenazah dimasukkan liang lahat. Begitu selesai makam ditutup, azan maghrib berkumandang. Saya menangis lagi. Bukan tak rela. Hanya saya ingin mengucapkan selamat tinggal padanya dengan hati saya.
Malam2 selanjutnya:
Saya: Yah, ibu ingat dek Vathier. Dia dingin nggak yah di luar sana?
Suami: Ya insyaAllah enggak dong, bu... Dia lebih tenang di sana. Dia kan nggak sakit lagi.
Dan hati saya mengurai beribu doa untuknya.
Akna: Yah, dek Vathier nanti digigit nyamuk...
Suami saya: Nggak, mas. Dek Vathier sudah ada di sisi Allah.
Saya: Dek Vathier sudah bahagia dipeluk Allah, nak.
Akna: Tapi kan nanti badan dek Vathier digigit binatang, kepalanya juga. Nanti kan dek Vathier jadi tengkorak. Gimana bisa dipeluk sama Allah?
Suami saya: Yang dimakan binatang dan hancur itu badannya, mas. Tapi ruhnya kembali ke Allah.
Akna: Ruh itu besar atau kecil, Yah?"
Suami saya: Ruh itu tdk berbentuk, mas... Diaseperti udara yang kita hirup. Ada tapi tdk berbentuk...
Dalam hati saya mengurai beribu doa untuk Vathier dan Akna, anakku yang cerdas.
Tiga hari setelah Vathier pergi, saya masih mendengar tangisnya, minta susu atau saat dia merasa sakit. Masih lekat terbayang saat sakitnya kumat, dada kecil itu naik turun dan bayi itu dengan tabah menjalaninya tanpa menangis. Masih menguar wangi melati yang entah darimana datangnya di kamarnya. Saya juga masih membaui wangi minyak telonnya yang khas, wangi tubuh bayi itu, dan wangi daun pandan yang entah darimana. Setiap itu terjadi, saya selalu berbisik dalam hati, "Ibu sayang sama dek Vathier, bahagia di sana ya, Sayang?"..."Ibu yakin dek Vathier seneng di Surga ya, sayang?"
(Saya menulis postingan ini dengan mata yang mengabur karena air mata yg sdh mulai turun... I miss him a lot, really... really miss him...)

Recent Comments